Translate

Sabtu, 18 Agustus 2012

(kunjungan) Indonesia

source : google picture Siang kemarin Indonesia datang ke rumah saya, tepat ketika usianya 67 tahun. Wajahnya murung. Ia berjalan tertatih-tatih menuju halaman rumah saya. Di tangan kirinya tampak beberapa gulungan Koran yang agak remuk. “Selamat ulang tahun, Bung. Tak terasa sudah 67 tahun saja umurmu !” Ia tak acuh. “Maaf, Bung. Aku tidak bisa memberimu hadiah apa-apa. Cukuplah ucapan selamat saja. Lagipula kau tentu sudah mendapat banyak hadiah. Aku lihat di tivi. Namamu ada di mana-mana.” Ia hanya menatap jalanan yang mulai padat dipenuhi para pemudik. “Apa kau mau kubuatkan teh barangkali? Oh, Bung. Tapi aku baru sadar kalau...

Rabu, 11 Juli 2012

Menulis, Mengukir Keindahan Lewat Kata

Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable ...

Selasa, 10 Juli 2012

Pada secangkir kopi

1. Kopi ini manis, karena aku merangkai tiap butiran-butiran gula menjadi senyummu yang utuh... senyum yang tak kulihat dari mereka yang simpang siur menapak jejak di depanku 2. Aku melihatmu dalam secangkir kopi yang kuseduh dengan gula merah bersama hujan yang mengetuk-ngetuk jendela diluar aku membuang semua kepedihan yang pernah mampir pelan-pelan, aku mendengar bisikan hujan tentang penantian dan harapan...

Sabtu, 07 Juli 2012

Antara Bola Mata, Cicak, dan Kau

Dua jam setengah lamanya saya mencoba berdiplomasi dengan kedua bola mata ini untuk bisa mengatup barang dua jam saja. Saya begitu lelah. Lelah pikiran. Tapi apa dikata. Rupanya mata ini tak mau bernegoisasi, ya sudahlah. Saya menyerah. Saya turuti apa maumu, Mata ! Seekor cicak yang buntung ekornya menjadi tempat persinggahan Si Mata beberapa lama. Ada yang tidak sinkron antara otak dan mata. Dalam otak yang masih didominasi oleh logika saya bertanya, "Apa pentingnya memerhatikan cicak buntung ini, heh?" Cicak itu mulai merayap ke arah lampu neon yang ada di langit-langit kamar saya. Pelan-pelan langkahnya. Apa yang sedang dikerjakannya?...

Selasa, 19 Juni 2012

Mendulang Prestasi Tanpa Ekstasi

“Menurut Badan Narkotika Nasional (BNN), penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar dan mahasiswa pada satu tahun terakhir ini, naik 5,6 persen dari 2006. Pada 2006, penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar dan mahasiswa mencapai 1,1 juta orang atau hampir 30 persen dari total pengguna narkoba yang ada di Indonesia.” Sungguh mengejutkan ketika angka tersebut meningkat tajam hanya dalam kurun waktu setengah dekade. Lantas timbul pertanyaan, mengapa hal ini dengan mudah terjadi? Secara sederhana, kita bisa berpijak pada teori psikologis dan sosialis. Secara psikologis, narkoba dengan mudah meracuni pelajar dan mahasiswa karena adanya gangguan mental yang ditimbulkan oleh rasa kecewa, terkekang, rasa kurang mendapatkan perhatian dan kasih sayang orangtua, sampai pada rasa mengalami kegagalan...

Kamis, 31 Mei 2012

Gemerincing di Simpang Jalan

Source : google picture Ssstt… Dengarkan teman Ada raung yang menyusup di balik gubuk itu Tentang harapan mereka mengenakan seragam seperti kalian Ada tangan yang tengadah kepada Tuhan Agar mereka bisa belajar membaca seperti kalian Gemerincing tutup limun usang bergema membawa dendang Di sepanjang persimpang jalan “Tidakkah kau sekolah, Nak?” Tanya aspal dalam gelimang Roda-roda berdebu “Sekolah? Bagaimana caranya sekolah? Kami hanya tahu cara mencari makan” Aspal terdiam Gemerincing logam usang kembali berdendang “Bisakah kau membaca, Nak?” Tanya trotoar “Kami bisa membaca tanda-tanda” “Tanda apa,Nak?” Tanda jikalau...

Minggu, 20 Mei 2012

Berhentilah Mengadu pada Badai, Bu !

Oleh : David Pratama Bu, sudah berapa kali aku katakan kepadamu, berhentilah mengadu kepada badai! Tapi Ibu tetap saja tak mendengar ucapanku.                 “Ibu bisa mengendalikannya, Nak. Bagaimanapun juga Ibu pernah melakukannya,” ucap Ibu ketika sore itu kudapati rumah telah porak-poranda. Ibu terisak. Ada garis-garis merah di pipinya. Aku lantas memutar pandang ke sekeliling rumah. Beling-beling bekas pecahan gelas dan piring bertebaran di lantai. Beberapa bingkai foto yang biasa berjejer rapi di atas lemari kecil di ruang tamu tergeletak begitu saja. Aku melirik ke salah satu  foto, seorang pria dengan kumis tipis. Ia tersenyum manis. Tangannya melingkar di pinggang seorang wanita. Tapi yang...

Page 1 of 5123Next

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites