
source : google picture
Siang kemarin Indonesia datang ke rumah saya, tepat ketika
usianya 67 tahun. Wajahnya murung. Ia berjalan tertatih-tatih menuju
halaman rumah saya. Di tangan kirinya tampak beberapa gulungan Koran
yang agak remuk.
“Selamat ulang tahun, Bung. Tak terasa sudah 67 tahun saja umurmu !”
Ia tak acuh.
“Maaf,
Bung. Aku tidak bisa memberimu hadiah apa-apa. Cukuplah ucapan selamat
saja. Lagipula kau tentu sudah mendapat banyak hadiah. Aku lihat di tivi. Namamu ada di mana-mana.”
Ia hanya menatap jalanan yang mulai padat dipenuhi para pemudik.
“Apa
kau mau kubuatkan teh barangkali? Oh, Bung. Tapi aku baru sadar kalau...